Seorang anggota Kongres Amerika Serikat menyerukan pembebasan segera terhadap dokter Gaza ditahan tanpa perbicaraan, menyoroti kekhawatiran atas keselamatan dan kondisi kesehatannya. Seruan itu menyusul laporan bahwa sang dokter, yang memimpin sebuah rumah sakit di utara Gaza, telah berada dalam tahanan sejak akhir 2024 dan diduga mengalami perlakuan buruk selama penahanan.

Jamie Raskin, wakil dari Partai Demokrat, lewat unggahan di platform X mengecam kondisi penahanan yang dialami Dr Hussam Abu Safiya dan meminta pemerintah Israel segera membebaskannya. Pernyataan itu datang setelah kunjungan pengacara yang mengangkat kekhawatiran serius mengenai kondisi fisik dan keselamatan sang dokter.
Desakan dari Kongres AS
Jamie Raskin menegaskan bahwa otoritas Israel harus segera mengambil langkah untuk mengakhiri penahanan yang menurutnya melanggar hukum dan mengancam nyawa. Dalam unggahannya Raskin menulis secara langsung tentang kondisi yang dialami Dr Hussam Abu Safiya: “Palestinian pediatrician Dr. Hussam Abu Safiya is being held and reportedly tortured in an Israeli prison with no charges, no trial and no Due Process. Netanyahu’s government must immediately release him from these lawless, horrific and life-threatening conditions.”
Raskin, yang mewakili Partai Demokrat di Kongres AS, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap penahanan yang berlangsung tanpa proses hukum yang jelas. Pernyataannya menyoroti kebutuhan akan tindakan segera mengingat klaim tentang penyiksaan dan tidak adanya dakwaan atau perbicaraan.
Kronologi penahanan dan kondisi terakhir
Dr Hussam Abu Safiya menjabat sebagai pengarah Hospital Kamal Adwan di utara Gaza. Ia ditahan oleh tentara Israel saat operasi di rumah sakit tersebut pada 27 Desember 2024 dan hingga kini masih berada dalam tahanan. Penahanan yang berlangsung lebih dari satu setengah tahun itulah yang menjadi fokus protes internasional dan kekhawatiran para pendukung hak asasi.
Pernyataan pemeriksaan yang dilaporkan setelah kunjungan pengacara Nasser Odeh menjadi salah satu pemicu perhatian internasional. Menurut temuan yang dikemukakan oleh organisasi Physicians for Human Rights Israel, Odeh melaporkan adanya cedera serius dan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Dr Abu Safiya sehingga mengenali wajahnya menjadi sulit.
Respon lembaga internasional dan penyangkalan pihak berwenang
Bukan hanya tokoh politik AS yang menyerukan pembebasan. Suruhanjaya Siasatan bangsa Bebas Perserikatan Bangsa-Bangsa soal Wilayah Palestin Diduduki, termasuk Baitulmaqdis Timur, serta Kumpulan Kerja PBB mengenai Penahanan Arbitrari juga mendesak agar Dr Abu Safiya segera dibebaskan. Kedua badan itu menyatakan adanya laporan yang mereka anggap dapat dipercaya mengenai dugaan penyiksaan yang berlangsung.
Sementara itu, otoritas penjara Israel membantah klaim penyiksaan. Pernyataan resmi dari pihak berwenang menolak tuduhan tersebut, namun detail tanggapan mereka terhadap seruan pembebasan dan laporan medis yang disebutkan belum diuraikan secara lengkap dalam pernyataan publik yang beredar.
Kasus ini memicu sorotan internasional karena melibatkan seorang tenaga medis yang memimpin layanan kesehatan di wilayah konflik dan karena unsur dakwaan tidak hadir bersama klaim perlakuan buruk. Seruan dari anggota Kongres AS serta badan-badan PBB menambah tekanan diplomatik dan menuntut kejelasan mengenai proses hukum dan keselamatan Dr Hussam Abu Safiya.
Perkembangan lebih lanjut masih dinantikan, terutama terkait akses pengacara dan bukti medis yang menjadi dasar kekhawatiran. Sampai adanya informasi resmi tambahan dari pihak berwenang atau rilis medis yang dapat diverifikasi, tuntutan pembebasan dan penyelidikan independen tetap menjadi fokus pihak yang mengadvokasi hak asasi dan perlindungan tenaga medis di wilayah konflik.
