Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) ditunjuk sebagai co-host Konferensi Health Tourism 2026 yang merupakan bagian dari International Community Development Program 2026 di Bali. Keterlibatan ini menempatkan Unusa pada peran strategis dalam forum internasional yang mengangkat isu kesehatan dan pariwisata medis.

Konferensi Health Tourism 2026 akan membahas sejumlah topik utama, termasuk kecerdasan buatan (AI), digital health, serta pariwisata medis global. Peran co-host memberi kesempatan bagi Unusa untuk terlibat langsung dalam dialog lintas sektor akademisi, praktisi kesehatan, dan pemangku kepentingan pariwisata.
Peran Unusa sebagai co-host
Sebagai co-host, Unusa berkontribusi pada penyelenggaraan dan fasilitasi kegiatan selama Konferensi Health Tourism 2026. Keikutsertaan institusi pendidikan tinggi seperti Unusa memperkaya ruang diskusi dengan perspektif akademis dan penelitian yang dapat mendukung upaya integrasi teknologi ke dalam layanan kesehatan dan pariwisata.
Peran ini juga memberi kesempatan bagi sivitas akademika untuk mempresentasikan kajian, berbagi praktik baik, serta menjalin jaringan dengan pemangku kepentingan internasional. Keterlibatan institusi pendidikan tinggi seringkali menjadi jembatan penting pengembangan kebijakan, inovasi teknologi, dan implementasi di lapangan.
Fokus pembahasan: AI, digital health, dan pariwisata medis
Konferensi Health Tourism 2026 mengangkat tema sentral terkait kecerdasan buatan, kesehatan digital, dan pariwisata medis global. AI dan digital health menjadi topik relevan karena potensi keduanya untuk mengubah cara diagnosis, pengelolaan pasien, serta pengalaman layanan bagi wisatawan medis.
Pembahasan mengenai pariwisata medis global menempatkan perhatian pada bagaimana negara dan daerah dapat berkompetisi dan berkolaborasi dalam menawarkan layanan kesehatan yang aman, terjangkau, dan berkualitas bagi pasien internasional. Diskusi ini diharapkan menyentuh aspek regulasi, standar mutu, serta integrasi teknologi guna meningkatkan keseluruhan ekosistem layanan kesehatan bagi wisatawan.
Implikasi untuk pendidikan dan sektor kesehatan
Keikutsertaan Unusa dalam kapasitas co-host juga membuka peluang bagi pengembangan kapasitas pendidikan, khususnya dalam bidang yang berkaitan dengan digitalisasi kesehatan dan penggunaan AI. Keterlibatan dalam forum internasional dapat mendorong kurikulum yang lebih responsif terhadap kebutuhan industri serta mendorong kolaborasi penelitian internasional.
Bagi sektor kesehatan dan pariwisata, konferensi ini berpotensi menjadi wadah pertukaran pengetahuan yang mendorong adopsi teknologi yang aman dan beretika. Selain itu, pertemuan lintas sektoral semacam ini umumnya menjadi kesempatan untuk menyepakati standar praktik dan memetakan langkah-langkah kolaboratif yang dapat meningkatkan daya saing destinasi pariwisata medis.
Harapan dan langkah ke depan
Dengan menjadi co-host, Unusa diharapkan dapat mengambil peran aktif tidak hanya dalam penyelenggaraan, tetapi juga dalam menghasilkan rekomendasi yang aplikatif bagi pengembangan health tourism. Keterlibatan ini diharapkan memberi manfaat bagi pengembangan kapasitas institusi, mendorong penelitian terapan, serta memperkuat jejaring akademisi, praktisi kesehatan, dan pemangku kepentingan pariwisata.
Ke depan, langkah-langkah kongkret yang dihasilkan dari pertemuan ini perlu ditindaklanjuti melalui kolaborasi lintas disiplin dan kemitraan strategis agar diskusi tingkat internasional dapat mewujudkan dampak nyata bagi layanan kesehatan dan industri pariwisata di tingkat lokal dan nasional.
Konferensi Health Tourism 2026 di Bali menjadi momentum penting bagi pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah bersama menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era digitalisasi layanan kesehatan.
