Strategi Kaum Muda Surabaya dalam Dunia Gim

CategoriesTeknologi PendidikanTagged , ,

Trilogi-university.ac.id – Kaum muda Surabaya tetap menjadikan pendidikan sebagai pilar utama dalam hidup mereka, meski mereka aktif di dunia gim.

Lampu sorot berwarna biru dan merah menyapu panggung utama di salah satu ruangan mal di Surabaya. Ini bukanlah pemandangan pertunjukan musik atau pertunjukan teater. Sebaliknya, ini adalah arena di mana anak-anak muda tengah berkompetisi dalam sebuah turnamen gim yang sedang marak di gelar belakangan ini. Meski keseruan bermain gim sangat menggoda, kaum muda Surabaya tetap mengingat bahwa pendidikan harus di dahulukan sebelum kesenangan.

Kebangkitan E-Sports di Kalangan Pemuda Surabaya

Pertumbuhan industri e-sports yang pesat membawa fenomena baru di kalangan remaja dan pemuda Surabaya. Konsep ‘mabar’ atau main bareng kini menjadi bagian dari gaya hidup mereka. Namun, yang menarik adalah, alih-alih terjebak dalam eforia semata, generasi ini memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara bermain dan belajar. Banyak dari mereka masih berkomitmen untuk menjadikan pendidikan sebagai prioritas.

Pendidikan Sebagai Prioritas Utama

Motto ‘belajar dulu, baru mabar’ menjadi semacam mantra bagi para gamer muda di Surabaya. Mereka memahami betul bahwa gim, meski menggembirakan, bukan pengganti pendidikan formal yang menjadi pondasi masa depan mereka. Dengan begitu banyak pilihan gim yang bisa dimainkan kapan saja, mereka justru lebih termotivasi untuk menyelesaikan tugas akademik sebelum terjun ke dunia virtual yang menantang.

Pengaruh Positif dari Kompetisi Gim

Kompetisi gim di Surabaya telah memberikan dampak positif pada anak-anak muda. Selain mengasah keterampilan bermain, turnamen ini juga menuntut mereka untuk bekerja sama dalam tim, meningkatkan keterampilan komunikasi, dan mengembangkan strategi. Lebih dari itu, banyak dari turnamen ini yang diselenggarakan dengan panduan ketat, menekankan pada sportivitas dan etika bermain, yang melegitimasi e-sports sebagai sarana pembelajaran karakter.

Tantangan Mengelola Waktu

Mengelola waktu antara belajar dan bermain merupakan tantangan terbesar bagi para gamer ini. Disiplin merupakan kunci utama. Banyak remaja yang mengatur jadwal ketat, tidak hanya untuk belajar tetapi juga untuk bermain gim. Mereka menggunakan gim sebagai bentuk rekreasi yang seimbang dengan tugas-tugas sekolah. Dengan demikian, tidak ada waktu yang terbuang dan mereka tetap bisa menikmati keduanya dengan maksimal.

Peran Orang Tua dan Sekolah

Support dari orang tua dan sekolah dalam aktivitas gim ini sangat vital. Kebanyakan orang tua di Surabaya menyadari pentingnya membiarkan anak-anak mereka mengeksplorasi dunia digital ini selama mereka tetap berprestasi di bidang akademik. Sekolah-sekolah juga mulai menyesuaikan diri dengan tren ini dengan mengintegrasikan teknologi dan pembelajaran inovatif lainnya, menyediakan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi mereka di luar batas kelas tradisional.

Kesimpulan

Dari segala kemajuan dan tantangan yang dihadapi, kaum muda Surabaya tetap menjadikan pendidikan sebagai pilar utama dalam hidup mereka, meski mereka aktif di dunia gim. ‘Belajar dulu, baru mabar’ menunjukkan kedewasaan mereka dalam memanfaatkan teknologi untuk kesejahteraan, bukan hanya kesenangan sesaat. Dengan kontrol dan bimbingan yang tepat, ini bisa menjadi contoh bagi generasi muda lainnya di seluruh Indonesia dalam menghadapi dunia digital yang terus berkembang.

About the author