Peran UPSR dan PT3 di Dunia Pendidikan

CategoriesGuru & PendidikTagged , ,

Trilogi-university.ac.id – Mengembalikan UPSR dan PT3 dengan pembaruan yang sesuai bukanlah sekadar nostalgia, tetapi upaya untuk menyelaraskan standar pendidikan nasional dengan persyaratan global.

Sistem pendidikan adalah elemen penting dalam membentuk masa depan generasi muda. Baru-baru ini, muncul perdebatan hangat mengenai usulan untuk mengembalikan Ujian Pencapaian Sekolah Rendah (UPSR) dan Pentaksiran Tingkatan Tiga (PT3) dalam kurikulum pendidikan Malaysia. Presiden Majlis Permuafakatan Persatuan Ibu Bapa dan Guru Nasional (PIBGN), Profesor Madya Datuk Dr Mohamad Ali Hasan. M+enyuarakan bahwa ini adalah langkah yang wajar, namun perlu di sertakan dengan pembaruan agar relevan dengan kebutuhan zaman.

Pentingnya Ujian Nasional untuk Standar Pendidikan

Dr. Mohamad Ali Hasan menekankan bahwa ketiadaan standar penilaian yang seragam telah menciptakan perbedaan masif dalam penilaian di sekolah-sekolah. Saat ini, sistem pendidikan terlalu bergantung pada penilaian berasaskan bilik darjah yang belum tentu memenuhi piawaian yang di inginkan. Peperiksaan nasional, menurutnya, penting untuk mengukur tingkat kemampuan dasar seperti membaca, menulis, mengira, dan menaakul—kemampuan yang kritis dalam proses pembelajaran siswa dan penstriman di tingkat menengah.

Gagasan untuk Pembaruan Sistem Penilaian

Menyadari perlunya perbaikan, Profesor Madya Dr Mohamad Ali mengusulkan beberapa perubahan signifikan. Salah satunya adalah agar ujian tidak hanya berfokus pada teori semata. Tetapi juga pada praktik dengan perbandingan 60:40 antara komponen amali dan teori. Hal ini bertujuan agar siswa tidak hanya menghafal, tetapi juga mampu menerapkan apa yang telah di pelajari dalam situasi nyata. Yang dapat membantu dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Menggabungkan Ujian dan Penilaian Bilik Darjah

Dalam desain baru yang di usulkan, keseimbangan antara penilaian akhir tahun dan penilaian berasaskan bilik darjah penting untuk diperhatikan. Dengan proporsi 75:25 antara kedua penilaian tersebut, di harapkan dapat menciptakan standar penilaian yang lebih adil dan akurat. Ini juga sebagai langkah untuk mengurangi kecenderungan penilaian subjektif yang sering terjadi di tingkat sekolah. Yang dapat menyebabkan distorsi dalam capaian pelajar.

Pendidikan Berkualitas untuk Kompetisi Global

Prof. Madya Dr Mohamad Ali juga menyoroti pentingnya pendidikan berkualitas yang harus di laksanakan secara menyeluruh dengan menggerakkan tenaga profesional di semua tingkat. Pendidikan yang baik tidak hanya berfungsi sebagai fondasi pengetahuan. Tetapi juga sebagai pendorong utama yang mempersiapkan pelajar untuk bersaing di tingkat global. Ini sangat penting mengingat persaingan yang semakin ketat di dunia pekerjaan yang membutuhkan keterampilan tinggi dan adaptasi cepat terhadap perkembangan teknologi.

Tantangan dan Solusi untuk Sistem Pendidikan

Meskipun gagasan ini menggugah banyak perhatian, tantangan dalam implementasinya tidak dapat diabaikan. Penyesuaian kurikulum dan metode penilaian memerlukan koordinasi yang baik antara pemerintah, sekolah, dan guru. Di samping itu, pelatihan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menerapkan sistem penilaian baru menjadi krusial agar transformasi ini berhasil. Selain itu, investasi dalam infrastruktur pendidikan yang mendukung juga merupakan hal yang tak kalah pentingnya.

Refleksi dan Rekomendasi

Mengembalikan UPSR dan PT3 dengan pembaruan yang sesuai bukanlah sekadar nostalgia, tetapi upaya untuk menyelaraskan standar pendidikan nasional dengan persyaratan global yang berubah. Dengan melakukan penyesuaian yang tepat, siswa diharapkan bukan hanya sekadar mengejar nilai akademis, tetapi juga mencapai keterampilan hidup yang dibutuhkan di era modern. Akhirnya, kolaborasi dan koordinasi dari semua pihak terkait sangat penting agar pendidikan di Malaysia dapat mencapai standard yang lebih baik dan relevan dengan kebutuhan global yang dinamis.

Kesimpulannya, pembaruan sistem pendidikan ini menuntut pemikiran yang mendalam dan koordinasi yang erat antarlembaga. Mengembalikan ujian nasional seperti UPSR dan PT3 dengan pendekatan baru dapat menjadi langkah signifikan untuk meraih pendidikan berkualitas yang difokuskan pada pengembangan holistik siswa.

About the author