Trilogi-university.ac.id – Program pelatihan ekoliterasi kemaritiman yang diinisiasi oleh Tim PKM S1 PG PAUD UNESA menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Pendidikan anak usia dini (PAUD) memegang peranan penting dalam membangun fondasi keilmuan dan karakter anak-anak. Menyikapi perkembangan zaman, khususnya di wilayah pesisir, Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Prodi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) berinisiatif untuk melakukan pelatihan yang bertujuan meningkatkan ekoliterasi kemaritiman bagi anak-anak melalui pengembangan kompetensi guru PAUD di kawasan Kenjeran.
BACA JUGA : Cek Nama Penerima BSU Guru Non-ASN: Panduan Lengkap 2025
Inisiatif Ekoliterasi untuk Generasi Muda
Pelatihan ini tidak hanya sekadar program rutin, tetapi juga sebuah langkah strategis untuk menghadirkan pemahaman kemaritiman yang menyeluruh kepada generasi muda. Ekoliterasi kemaritiman menjadi penting, mengingat wilayah Kenjeran yang merupakan daerah pesisir dengan potensi laut yang besar. Dengan pemahaman yang tepat mengenai ekosistem laut, anak-anak di harapkan dapat menghargai dan melestarikan kekayaan alam yang ada di sekitar mereka.
Pentingnya Peran Guru PAUD
Guru PAUD memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk pola pikir anak-anak. Oleh karena itu, pelatihan ini di adakan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka tentang ekosistem kemaritiman. Dalam pelatihan ini, guru di berikan materi tentang cara mengajarkan konsep-konsep dasar ekoliterasi kepada anak-anak. Sehingga dapat di sampaikan dengan cara yang menarik dan menyenangkan.
Materi Pelatihan yang Praktis dan Relevan
Pelatihan yang di lakukan oleh Tim PKM UNESA mencakup berbagai materi yang relevan. Seperti pemahaman tentang biodiversitas laut, pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem, dan dampak pencemaran terhadap lingkungan. Selain itu, presenter juga mengenalkan berbagai metode pembelajaran yang interaktif, sehingga para guru dapat menerapkan ilmu yang di peroleh langsung di kelas.
Metode Pembelajaran Kreatif untuk Anak
Melalui metode bermain sambil belajar, anak-anak dapat lebih mudah memahami konsep kemaritiman. Pelatihan ini memberikan contoh praktis bagaimana mengintegrasikan pembelajaran ekoliterasi ke dalam kurikulum PAUD. Misalnya, dengan kegiatan pengamatan dan eksplorasi lingkungan sekitar, anak-anak di ajak untuk langsung berinteraksi dengan alam dan belajar dari pengalaman.
Keterlibatan Masyarakat dalam Program Ekoliterasi
Program ini tidak hanya berkutat pada pelatihan bagi guru, tetapi juga mengajak masyarakat untuk terlibat. Kesadaran kolektif akan pentingnya ekoliterasi kemaritiman di harapkan dapat tumbuh melalui kegiatan-kegiatan yang melibatkan orang tua dan komunitas. Masyarakat di ajak berdiskusi dan berpartisipasi dalam program-program yang membawa dampak positif bagi lingkungan dan pendidikan anak.
Dampak Positif Pelatihan bagi Generasi Mendatang
Dengan adanya pelatihan ini, di harapkan para guru PAUD di Kenjeran dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran ekoliterasi di kalangan anak-anak. Ini adalah langkah awal yang penting untuk mempersiapkan generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan. Anak-anak yang memahami pentingnya menjaga kelestarian laut akan tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab terhadap alam dan lingkungan di sekitarnya.
Kesimpulan: Menuju Pendidikan yang Berkelanjutan
Program pelatihan ekoliterasi kemaritiman yang diinisiasi oleh Tim PKM S1 PG PAUD UNESA menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya di bidang kemaritiman. Dengan melibatkan guru-guru PAUD sebagai penggerak utama, diharapkan ekoliterasi dapat tertanam sejak dini dalam benak anak-anak. Ini adalah langkah strategis untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi. Melalui kegiatan ini, UNESA tidak hanya berkontribusi pada perkembangan pendidikan, tetapi juga pada pelestarian lingkungan yang lebih luas, mewujudkan masa depan yang berkelanjutan untuk bangsa dan alam Indonesia.
