Inovasi Dosen Undika: Media Belajar Biologi 3D untuk ABK

CategoriesTeknologi PendidikanTagged , , ,

Trilogi-university.ac.id – Flanatomy merupakan hasil kreativitas dosen Undika yang memanfaatkan bahan dasar flanel untuk membuat model-model biologi yang realistis.

Pendidikan untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memerlukan pendekatan yang berbeda agar proses belajar mengajar dapat berlangsung efektif. Merespons kebutuhan ini, dosen Universitas Dian Nuswantoro (Undika) di Surabaya, Jawa Timur, telah mengembangkan media belajar inovatif bernama Flanatomy. Media belajar ini menawarkan pengalaman belajar biologi dalam bentuk tiga dimensi (3D) yang di kombinasikan dengan teknologi Augmented Reality (AR), menjadikannya lebih menarik dan interaktif. Kemudian Flanatomy kini telah di salurkan ke beberapa Sekolah Luar Biasa (SLB), membawa harapan baru bagi pendidikan ABK di Indonesia.

BACA JUGA : Menelusuri Keajaiban Shibuya Crossing di Tokyo

Flanatomy: Media Belajar Inovatif untuk ABK

Flanatomy merupakan hasil kreativitas dosen Undika yang memanfaatkan bahan dasar flanel untuk membuat model-model biologi yang realistis. Model ini di hadirkan dalam bentuk tiga dimensi sehingga siswa dapat lebih memahami struktur-struktur biologis dengan lebih jelas. Selain itu, teknologi AR yang terintegrasi dalam Flanatomy memungkinkan siswa untuk melihat model-model tersebut dalam perspektif yang lebih hidup dan interaktif, termasuk melakukan simulasi serta melihat informasi tambahan secara real-time melalui perangkat smartphone mereka.

Kebutuhan Khusus dalam Pendidikan

Pendidikan bagi ABK sering kali menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal metode pengajaran. Pembelajaran tradisional kerap kali kurang efektif bagi mereka yang memiliki cara belajar dan berinteraksi yang berbeda. Flanatomy menjawab tantangan ini dengan pendekatan yang lebih visual dan praktis. Melalui media pembelajaran ini, di harapkan siswa dapat lebih mudah memahami konsep-konsep yang sebelumnya mungkin sulit di pahami melalui metode konvensional.

Distribusi ke Sekolah Luar Biasa

Penerapan Flanatomy tidak hanya berhenti pada tahap pengembangan, tetapi juga telah mencapai implementasi nyata. Dosen Undika telah mulai menyalurkan media belajar ini ke berbagai SLB yang membutuhkan. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran biologi di SLB. Tetapi juga memberikan kesempatan bagi ABK untuk berpartisipasi aktif dalam proses pendidikan mereka. Media belajar ini diharapkan bisa menjadi jembatan yang mempertemukan kebutuhan siswa dengan sumber belajar yang sesuai.

Dampak Teknologi pada Pembelajaran ABK

Penggunaan teknologi seperti AR dalam pendidikan memberikan dampak signifikan terhadap cara siswa berinteraksi dengan materi pelajaran. Dengan Flanatomy yang memadukan elemen fisik dan digital, siswa dapat memanipulasi model biologi secara langsung, membuat berbagai percobaan, dan berinteraksi dengan pembelajaran secara lebih mendalam. Pengalaman belajar yang tak terlupakan ini berpotensi meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk belajar, sekaligus memfasilitasi cara belajar yang berbeda-beda.

Harapan untuk Masa Depan Pendidikan ABK

Inovasi yang dilakukan oleh dosen Undika dengan Flanatomy menjadi langkah awal yang sangat positif dalam memperbaiki kualitas pendidikan untuk ABK. Di tengah tantangan dalam dunia pendidikan, hadirnya media belajar yang kreatif dan teknologi yang mendukung bisa menjadi solusi untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Harapan besar juga tertuju pada colaborasi antara pihak universitas, pemerintah, dan masyarakat untuk terus mendukung pengembangan materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan spesifik ABK.

Kesimpulan

Dari pengembangan Flanatomy, terlihat jelas bahwa inovasi dalam pendidikan sangat penting untuk memenuhi beragam kebutuhan siswa, khususnya anak-anak berkebutuhan khusus. Media belajar berbasis AR dan desain yang menarik ini memberikan harapan baru bagi anak-anak tersebut untuk belajar biologi dengan cara yang lebih menyenangkan dan bermanfaat. Dengan langkah-langkah yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak, masa depan pendidikan untuk ABK akan semakin cerah dan inklusif, membuka peluang bagi mereka untuk meraih potensi terbaik dalam diri mereka.

About the author