Trilogi-university.ac.id – Salah satu poin penting yang disoroti Bu Tuti adalah perlunya memperkuat citra honorer, khususnya di kalangan PPPK paruh waktu.
Dalam beberapa waktu terakhir, perhatian masyarakat terhadap pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu semakin meningkat, terutama setelah para tenaga pendidik di Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Hal ini membawa harapan baru bagi ribuan tenaga pendidikan yang selama ini berjuang untuk diakui secara resmi dalam lingkungan kerja pemerintah. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, Bu Tuti, salah satu figure kunci dalam pengembangan dan manajemen SDM di Dinas Pendidikan, mengajak para PPPK untuk bersyukur dan memperkuat citra honorer.
BACA JUGA : Membangun Rasa Aman: Psikososial Pelajar Korban Bencana
Berkah SK Pengangkatan bagi PPPK Paruh Waktu
Pengangkatan PPPK paruh waktu ini tentunya membawa dampak positif bagi profesionalisme tenaga pendidikan di Jawa Barat. Sejak kebijakan ini di implementasikan, para PPPK di harapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pengajaran di sekolah. Tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Menerima SK pengangkatan merupakan langkah awal yang penting bagi mereka untuk mendapatkan status yang lebih terjamin dalam karir mereka.
Komitmen untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Dalam pernyataannya, Bu Tuti menekankan pentingnya PPPK paruh waktu untuk tetap berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan adanya pengakuan resmi tersebut, di harapkan mereka dapat lebih termotivasi dan menunjukkan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan tugas. “Kami ingin agar semua PPPK paruh waktu bisa menyadari tanggung jawab yang besar ini, jangan hanya melihatnya sebagai jabatan, tetapi sebagai kesempatan untuk memberikan yang terbaik bagi generasi mendatang,” ungkapnya.
Peran PPPK dalam Memperkuat Citra Honorer
Salah satu poin penting yang di soroti Bu Tuti adalah perlunya memperkuat citra honorer, khususnya di kalangan PPPK paruh waktu. Banyak masyarakat yang masih memandang sebelah mata pegawai honorer, dan ini menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, PPPK harus menunjukkan bahwa mereka bukan hanya sekadar tenaga pengganti, tetapi juga profesional yang memiliki kompetensi dan integritas yang tinggi dalam menjalankan tugasnya.
Tantangan yang Di hadapi PPPK Paruh Waktu
Meski mendapatkan SK pengangkatan adalah prestasi, PPPK paruh waktu tetap menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan dalam akses terhadap pelatihan profesional sehingga bisa terus meningkatkan kualitas diri. Tanpa adanya dukungan yang memadai, kualitas pendidikan yang di harapkan sulit tercapai. Pemerintah di harapkan untuk memberikan perhatian lebih kepada PPPK agar mereka dapat mengikuti program pengembangan profesional yang bermanfaat bagi mereka.
Pentingnya Kebersamaan dalam Membangun Pendidikan
Bu Tuti juga meyakini bahwa sinergi antara PPPK dan guru-guru tetap memiliki peran krusial dalam pengembangan pendidikan. Kerja sama yang baik antar sesama tenaga pengajar dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung. Terlebih lagi, ketika para PPPK paruh waktu banyak berinteraksi dengan siswa, mereka dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam proses belajar-mengajar.
Menuju Pendidikan yang Lebih Baik
Melalui langkah-langkah tersebut, di harapkan PPPK paruh waktu tidak hanya melihat pekerjaan mereka sebagai sumber penghasilan. Tetapi juga sebagai bagian dari misi mulia mencerdaskan kehidupan bangsa. Menjadi pendidik bukanlah sekadar profesi, melainkan panggilan yang harus di laksanakan dengan cinta dan dedikasi tinggi. Dengan bersyukur dan menghargai setiap kesempatan, PPPK paruh waktu dapat memberikan dampak yang luas bagi masyarakat dan menjadikan pendidikan sebagai investasi untuk masa depan.
Kesimpulannya, pengangkatan PPPK paruh waktu merupakan langkah positif yang perlu di dukung oleh semua pihak. Lewat pengakuan resmi ini, para honorer diharapkan bisa menunjukkan kualitas mereka di ranah pendidikan. Apakan apakah ini akan menjadi titik awal untuk memperkuat citra honorer di masyarakat atau justru sebaliknya, tergantung pada sikap dan dedikasi para PPPK itu sendiri. Mari kita dorong mereka untuk berkontribusi lebih, sehingga pendidikan di Jawa Barat dapat terus berkembang ke arah yang lebih baik.
